Indahnya Membangun Masa Depan
Hari ini adalah saat
kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu,
siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya
sekarang. Banyak yang bilang kalau hidup itu merupakan pilihan, tetapi kalau
memang ada pilihan berarti kita bisa memilih yang terbaik, jadi berikanlah
hidup anda sebaik-baiknya.
Orang paling rugi di
dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan
sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-’Asher [103]
ayat 1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari
sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia
tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia
itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan
nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Ada tiga jenis waktu.
Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak
orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita
harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa
depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan
semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya
adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga.
Seburuk apa pun masa
lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri,
insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa
datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita tapi tidak
melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam
benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang
ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.
Belajar Menghitung
Saudaraku, kita harus
mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah
jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai
kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa
depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera
kita rasakan.
Karena itu, terlalu
bodoh andai kita melakukan hal yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam
sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan.
Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam
mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat
maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya,
berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling
menakutkan.
Menyongsong Masa Depan
Cerah
Ada tiga cara agar masa
depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah
keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali
dengan keyakinan pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang
yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman
tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.
Kedua, tiada hari
berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala
sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus.
Ketiga, terus melatih
diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus
melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita
akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar